Hai..semangat pagi..
Sudah sarapan, sudah mandi, sekarang saatnya santai mantengin laptop. Tepatnya, nostalgia liat foto yang isinya wajah-wajah bahagia yang lagi jalan di Labuan Bajo, NTT. Kota sejuta keindahan yang mampu membuat hatiku terpukau, terpikat dan memutuskan untuk melabuhkan kenangan indah tak terlupa di Labuhan Bajo.
| Labuan Bajo |
Yooo...Labuan Bajo men...Apa sih spesialnya Labuan Bajo?
Labuan Bajo merupakan kota kecil yang terletak diujung Barat pulau Flores, masuk kedalam wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Labuan Bajo menjadi pintu masuk bagi para turis yang ingin menyaksikan salah satu keajaiban dunia yang berasal dari Indonesia, yaitu komodo. Penerbangan seperti Bali, Kupang, Ende, Maumere, dan Larantuka menyediakan jadwal penerbangan setiap hari dengan rute langsung menuju Labuan Bajo tanpa transit. Penerbangan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya tidak memiliki rute penerbangan langsung menuju Labuan Bajo, karena biasanya pesawat yang bisa masuk bandara Labuan Bajo adalah pesawat kecil yang masih menggunakan baling-baling (propeller) di sayap pesawat. Andai punya baling-baling bambu-nya Doraeman, pasti liburan lebih hemat. heheheheee
Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan dan dikunjungi selama di Labuan Bajo :
1. Cari Kenalan Orang Lokal
Sesampainya di bandara Labuan Bajo, hal pertama yang harus dilakukan adalah PDKT dengan warga lokal. PDKT yang dimaksud bukan PDKT yang biasa dilakukan oleh kawula muda untuk mencari gebetan ya..hahaha..
| Keluarga yang menampung kami selama di Labuan Bajo |
Maksud PDKT disini, kita harus ramah dengan warga lokal, dengan keramahan kita, pastinya warga lokal tidak akan merasa keberatan jika kita minta tolong atau bertanya untuk mendapatkan hotel ataupun fasilitas lainnya dengan harga murah. Seperti pengalaman liburan saya dan teman-teman tahun lalu, yang suksess mengembara di seluruh pelosok Labuan Bajo dengan budget yang sangat terjangkau dengan bantuan warga lokal. Mulai dari penginapan gratis dan sewa kapal murah, kami dapatkan dengan modal PDKT dan pertemanan. Terima kasih mas Mardin, paman Uba dan seluruh keluarga yang telah membantu. Liburan kami takkan berkesan tanpa kebaikan kalian.
2. Sewa kapal sendiri atau menggunakan jasa Tour&Travel setempat untuk mengatur perjalanan
Perjalanan menuju pulau Komodo hanya bisa ditempuh menggunakan kapal, maka yang harus dilakukan adalah mencari kapal yang akan ditumpangi menuju pulau komodo. Namun sayangnya tidak ada kapal yang dijadikan transportasi umum seperti bis atau angkot, maka para turis domestik maupun turis asing harus menyewa kapal atau bergabung dalam kelompok lain melalui travel agency yang menyediakan kapal wisata. Kapal wisata dibagi menjadi 2 tipe, yaitu liveaboard (melakukan perjalanan keliling pulau komodo selama beberapa hari dan menginap diatas kapal) dan non liveabroad (pulang pergi pulau-labuan bajo, tanpa menginap diatas kapal). Kalau kami, karena datang rombongan, langsung saja berani menyewa 1 kapal yang non-liveabroad (biar murah), karena malamnya kami kembali nebeng tidur dirumah warga. hahahaaa...
| Foto diatas kapal milik Paman Uba (paman yang duduk didepan dengan kemeja biru) |
Untuk sewa kapal, waktu itu kami pakai 3hari full dengan biaya sewa kurang lebih 2,5 juta. Total biaya tersebut, kami bebankan kepada 10 orang, jadi hanya Rp 250.000/orang selama 3hari. Murah kan?? Ya iya..harga keluarga men!! Kan udah kenal sama Paman Uba sang juragan kapal.
3. Mengunjungi pulau Rinca yang menjadi pusat komodo
Go!! Liburan...Destinasi pertama yang harus dikunjungi, Pulau Rinca!!
| Pintu masuk Loh buaya, Pulau Rinca |
| foto komodo diambil dekat dapur umum |
Yap, liburan ke pulau komodo ya harus ketemu komodo donk. Lokasi favorit untuk ketemu Komodo adalah Loh Buaya atau Loh Liang yang ada di pulau Rinca. Disini, komodo bisa ditemui dengan mudah di dekat dapur umum yang dikelola untuk memancing para komodo agar mendekat ke dapur, sehingga memudahkan wisatawan untuk bertemu komodo.
Komodo adalah hewan liar, bebas bergerak ke seluruh penjuru pulau, maka para wisatawan harus didampingi oleh seorang pawang komodo yang biasa disebut Ranger untuk berjalan-jalan mengelilingi pulau.
Beberapa hal perlu diwaspadai ketika berada di pulau Rinca, seperti menjaga jarak bila berfoto dengan komodo, karena komodo dapat bergerak dengan tiba-tiba dan cepat. Air liur komodo juga mengandung racun yang mematikan, selain itu, komodo akan lebih agresif dan sensitif jika memasuki masa subur, maka hati-hati jika melewati sarang komodo dan jangan mengambil apapun di daerah sarang komodo. Tiket masuk pulau sekitar Rp 50.000 / orang, tambah tips untuk guide/ranger.
Rute tracking di pulau Rinca memiliki 2 jalur, yaitu rute pendek dan rute panjang, karena kita hanya wisatawan amatir yang gak terlalu doyan jalan, maka kita putuskan untuk pilih rute pendek, Kan yang penting ketemu Komodo. hahaha...
| Siapkan fisik, ini foto rute pendek.. Tuh jalannya dibelakang kelihatan kan?? |
| Pemandangan dari puncak pulau Rinca |
Oh ya, lelahnya berjalan keliling pulau akan terbayar setelah sampai di puncak pulau, pemandangan yang indah, bahasa gaulnya Instragramable banget. Lumayan dapat stock foto buat eksis di IG.
4. Snorkling di pantai pink
Pantai dengan hamparan pasir yang berwarna pink.
| Pasirnya pink karena disana banyak ditemukan batu karang yang warnanya merah seperti difoto |
Menepi dipantai pink tidak bisa dilakukan oleh kapal wisatawan yang notabene kapal dengan ukuran cukup besar. Hal ini terjadi karena pantai pink tidak memiliki dermaga untuk berlabuh dan juga dilindungi oleh terumbu karang yang cukup besar dan banyak, sehingga kapal bisa bocor terkena gesekan terumbu karang jika memaksa untuk merapat, maka kapal hanya bisa berhenti dan melepas jangkar yang berjarak sekitar 100m dari bibir pantai. Bagi wisatawan yang pandai berenang, bisa saja berenang untuk menuju tepian pantai, tapi harus diingat arus laut cukup kuat bisa menyeret perenang menjauhi pantai. Tenang, tidak perlu khawatir, sudah disiapkan kapal-kapal kecil yang digunakan sebagai kapal ojek untuk mengangkut wisatawan ketepian pantai dengan biaya sekitar Rp 15.000/ orang. Bayar sedikit tidak apa-apalah daripada terseret arus dan mempertaruhkan nyawa. (Dulu saya dan 2 teman saya sempat terbawa arus, untung saya memakai pelampung yang bisa digunakan untuk bertahan tetap mengapung sambil menunggu kapal ojek datang menyelamatkan. Berenang di arus yang kuat itu melelahkan! Gak mau lagi deh..)
| pink beach tampak atas, terlihat kapal tidak bisa merapat |
| Pemandangan dibalik bukit pink beach |
Karena kejadian terseret arus, saya malas snorkling, jadi kegiatan snorkling beralih ke tracking naik bukit yang bisa menikmati pemandangan pantai pink dari atas. Lagi-lagi, diatas bukit ketemu surga dunia, pemandangannya keren!!
5.Mengunjungi pulau-pulau kecil lainya
![]() |
| Pulau Kelor |
Kawasan kepulauan komodo memiliki pulau-pulau kecil yang beberapa tidak berpenghuni, jadi kesempatan untuk mengunjungi pulau tersebut menjadi suatu kebanggaan tersindiri, mengingat pemandangan yang indah, air lautnya yang bersih dan jernih, dan berasa berada di pulau pribadi..
oh...surga dunia..
| Pantai bersih, sepi, masih banyak biota laut, berasa pulau pribadi |
6. Tracking di pulau Padar
Sudah pernah dengar pulau padar? atau minimal melihat foto tentang pulau padar?
| puncak pulau padar |
Pasti sudah... foto-foto tentang keindahan pulau Padar sudah beredar luas di berbagai media sosial seperti instagram, fecabook, path, twitter. Fotonya indah kan? Keren? Ya, memang hasil tidak pernah mengkhianati proses.
| Dermaga pos jaga pulau padar |
Oh iya, sebelum tracking ke pulau padar, kalian harus lapor dulu di pos penjagaan, hal ini berguna untuk menjaga keselamatan wisatawan juga, karena pulau padar tidak berpenghuni, maka perlu penjagaan polisi hutan yang sekaligus akan menjadi guide penunjuk jalan menuju puncak padar.
![]() |
| sisi kanan puncak padar, wajah lelah setelah jalan jauh |
![]() |
| Terima kasih teman-teman, kalian luar biasa... |
Tracking menuju puncak pulau padar sangat melelahkan, cuaca yang panas, tidak ada tempat berteduh, jarak tempuh yang lumayan jauh (dulu jalan sekitar 2,5 jam, tapi sepertinya sekarang sudah dibuatkan jalan yang nyaman dengan rute yg lebih singkat). Memang sesuatu yang indah perlu perjuangan yang luar biasa. Jangan menyerah kawan, suatu saat skalian pasti bisa menikmati surga di timur matahari ini, Nusa Tenggara Timur. Kalau mau kesini, kusarankan setelah bulan Januari saja, karena musim hujan telah selesai dan pulau-pulau akan terlihat hijau karena rumput tumbuh subur oleh hujan.



COOOLLLL, NI :D
BalasHapus